Sponsored Links

GAYA ARSITEKTUR MEDITERANIA

Sponsored Links

Gaya arsitektur Mediterania

 

desain-rumah-mewah-2-lantai

Gaya arsitektur utuh dengan unsur-unsur pembentuk yang berdesain tertentu. Ketika kita mendengar gaya mediterania, maka akan teringat tentang bangunan dengan gaya berciri khas lengkung, dan berpilar.
Gaya ini hangat karena kebanyakan warna yang digunakan adalah warna pastel, terakota, serta kuning. Selain itu, warna-warna yang juga menjadi khas desain mediterania  adalah putih,coklat,krem ,dan abu-abu.

Desain fasade rumah Anda menggunakan gaya mediterania dengan mengaplikasikan paduan warna terakota,putih dan  krem. Kombinasi warna-warna tersebut akan memunculkan kesan senada dan nyaman. Rumah pun tampil dengan nuansa yang enak dipandang. Anda bisa memilih warna krem sebagai warna inti yang mendominasi fasade rumah mediterania Anda.

Aplikasikan paduan warna krem pada seluruh sisi dinding fasade untuk menciptakan kesan lembut dan memberi sentuhan ketenangan bagi siapa saja yang melihat rumah. Krem akan tampak dinamis saat dipadu dengan warna putih  jendela, pintu, lis profil dan  pada kusen-kusen,. Sedangkan, untuk warna terakota sebaiknya Anda terapkan pada bagian atap. Supaya memberikan kesan mediterania terasa kental.

ELEMEN-ELEMEN PEMBENTUK GAYA ARSITEKTUR MEDITERANIA

Atap
Bangunan yang berarsitektur Mediterania menggunalan atap miring.
Bentuk atap yang biasa digunakan adalah type atap pelana, meskipun disana-sini ditemukan bentuk atap perisai. Dan kebanyakan bangunan mediterania menggunakan tritisan yang dalam (deep eaves). Genteng yang menutup bagian atas listplank masih menyisakan listplank dibagian bawahnya.

Jendela
Jendela-jendela biasanya berukuran relatif kecil dan berbentuk persegi panjang. Tak Jarang bagian atas berbentuk lengkungan. Jendela biasanya dilengkapi dengan kayu atau besi tempa.

Dinding
Bahan dinding yang menjadi ciri khas Mediterania adalah tanah liat yang dibakar, yang tiap kali disegarkan kembali dengan dicampur cat kapur. Di Amerika dinding batubata yang dibakar adalah bahan bangunan pilihan dan penggunaan batu alam lebih banyak dipakai (Mexico, Texas, California).
Penggunaan bahan-bahan alam diselesaikan tanpa finishing. Jika dinding tersebut diselesaika plesteran dibuat tidak rata sehingga menimbulkan karakter tekstur kasar. Tekstur dinding yang berat hadir dengan adanya konstruksi dinding tebal.

Awalnya bangunan bergaya arsitektur Mediterania, memiliki citra sederhana dan polos . Ada yang menyebut gaya arsitektur asal Spanyol ini berwajah bleak and blare, kemudian terpengaruh warna-warna cerah Karibia. Kesan hangat bahkan panas akhirnya dihadirkan pula pada dinding bangunan dengan gaya arsitektur Mediterania ini. Permainan warna menghadirkan perbedaan pada rumah kalangan atas (yang cenderung memilih warna-warna pastel) dan kalangan bawah (yang lebih berani memadukan komposisi warna).

Pintu Masuk Utama
pintu masuk utama (doorway) memiliki bentukan terutama karena pengaruh-pengaruh Bizantium, Spanish Gotthic dan bentuk pintu masuk yang paling sering digunakan adalah bentuk Spanish Renaissance. Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa pintu masuk utama berbentuk persegi empat biasa dengan angin-angin berbentuk semi-sirkular atau persegi empat. Pertemuan natar dinding dengan kusen, atau bagian akhir dari dinding yang bertemu dengan kusen, merupakan penebalan dari dinding sekeliling batasara dinding dengan kusen. Bentuk penebalan ini seperti sebuah bingkai pada lukisan. Bingkai atau frame pada lubang pintu ini tidak hanya pada pintu masuk utama saja, tetapi berlaku untuk semua pintu dan bahkan jendela.

Balkon
Balkon tipe continous biasanya ditemukan pada bagian patios atau courts, balkon ini biasanya digunakan untuk koridor terbuka yang menghubungkan dua sayap bangunan.
ewakili dan ruangan pun akan tetap memberi rasa nyaman.

Share Button

Sponsored Links

2 Photos of the "GAYA ARSITEKTUR MEDITERANIA"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *